Calon tamu sering sudah memutuskan mau menginap di mana sebelum membuka situs pemesanan. Keputusannya dibuat saat melihat video kamar di Instagram, Reels sunrise di sawah, atau unggahan teman yang baru pulang liburan.
Karena itu media sosial bukan lagi pelengkap untuk hotel dan villa. Artikel ini menggabungkan dan memperbarui dua tulisan lama kami, jadi satu strategi media sosial untuk hotel dan villa yang bisa langsung Anda jalankan: kanal yang dipilih, persiapan akun, konten, dan pengukurannya.
Pilih kanal yang memang dipakai tamu Anda
Anda tidak harus ada di semua platform. Lebih baik dua kanal yang dikelola serius daripada lima yang setengah hati.
- Instagram: etalase utama properti. Foto, Reels, Stories, dan DM untuk pertanyaan.
- TikTok: jangkauan luas, terutama untuk tamu domestik dan tamu muda. Cocok untuk video pendek yang terasa spontan.
- Facebook: masih relevan untuk tamu yang lebih senior, grup komunitas, dan sebagai basis iklan Meta.
- Google Business Profile: bukan media sosial, tapi sering jadi tempat pertama orang melihat foto dan ulasan Anda. Rawat seperti akun sosial.
Siapkan akun bisnis dengan benar
- Pakai akun profesional (bisnis), bukan akun pribadi. Anda mendapat statistik, tombol kontak, dan akses ke iklan.
- Daftarkan dengan email bisnis, dan simpan akses login di tangan pemilik, bukan hanya di tangan staf atau agensi.
- Bio yang menjawab tiga hal: apa Anda, di mana, dan ke mana harus klik. Contoh: "Villa 3 kamar dengan kolam pribadi · Canggu, Bali · Pesan langsung ↓".
- Satu link yang jelas ke halaman pemesanan di website Anda.
- Highlight Stories untuk hal yang sering ditanyakan: kamar, fasilitas, lokasi, ulasan tamu.
- Nama dan foto profil yang konsisten dengan kanal lain, supaya mudah dikenali.
Tentukan pilar konten
Pilar konten menjawab pertanyaan "hari ini posting apa?". Untuk properti, lima pilar ini jarang meleset:
- Kamar dan fasilitas: tapi tunjukkan suasananya, bukan sekadar katalog. Cahaya pagi di kamar, suara hujan di kolam.
- Pengalaman: sarapan, spa, aktivitas yang bisa dipesan.
- Sekitar properti: pantai, sawah, warung, pura, jalur sepeda. Tamu memesan destinasi, bukan hanya kamar.
- Orang di balik properti: tim, cerita pemilik, persiapan di balik layar. Membangun rasa kenal dan percaya.
- Tamu: konten dari tamu yang di-repost dengan izin dan menyebut akunnya.
Satu aturan sederhana: sebagian besar konten sebaiknya bermanfaat atau menghibur, dan hanya sebagian kecil yang langsung berjualan. Feed yang isinya promo terus membuat orang berhenti mengikuti.
Format yang bekerja sekarang
- Reels untuk menjangkau orang baru. Tiga detik pertama menentukan: mulai dari visual terkuat, bukan logo.
- Carousel untuk menjelaskan: "5 hal yang bisa dilakukan dekat villa kami", tipe kamar, paket.
- Stories untuk yang sehari-hari: cuaca pagi ini, menu hari ini, kamar yang baru dirapikan. Pakai stiker link ke halaman pemesanan.
Kolaborasi dan influencer, dengan jujur
Mengundang kreator konten untuk menginap bisa efektif, asalkan audiensnya sesuai dengan tamu yang Anda cari. Jumlah follower saja tidak cukup. Sepakati sejak awal apa yang dibuat, kapan diunggah, dan boleh atau tidaknya konten dipakai ulang. Kerja sama berbayar harus diberi label paid partnership. Itu aturan platform, dan tamu menghargai kejujurannya.
Fitur kolaborasi (collab post) juga berguna untuk bekerja sama dengan operator aktivitas, restoran, atau fotografer lokal. Satu unggahan tampil di dua akun sekaligus.
Kebiasaan lama yang sebaiknya ditinggalkan
- Follow sebanyak-banyaknya akun supaya di-follow balik. Hasilnya follower yang bukan calon tamu, dan statistik yang menyesatkan.
- Membeli follower atau like. Merusak jangkauan dan kepercayaan.
- Memposting hanya kalau sempat. Konsistensi lebih penting daripada frekuensi. Tiga posting yang terjadwal per minggu lebih baik daripada sepuluh dalam satu hari lalu hilang sebulan.
Iklan kecil yang tepat sasaran
Konten organik membangun kepercayaan, dan iklan mempercepat jangkauannya. Untuk properti, iklan Meta yang paling efisien biasanya menyasar orang yang sudah kenal Anda: yang pernah menonton video, mengunjungi website, atau berinteraksi dengan akun. Anggaran kecil yang terarah lebih berguna daripada anggaran besar yang menyebar ke semua orang. Detailnya ada di halaman digital marketing hotel.
Ukur, lalu perbaiki
Setiap bulan, lihat tiga hal: konten mana yang paling banyak disimpan dan dibagikan, berapa klik ke website dari profil dan Stories, dan berapa pertanyaan atau booking yang datang lewat DM dan WhatsApp. Buat lebih banyak dari yang berhasil, dan kurangi yang tidak.
Rencana 30 hari pertama: rapikan bio dan highlight, tentukan lima pilar konten, jadwalkan tiga posting per minggu (minimal satu Reels), balas setiap DM di hari yang sama, dan catat dari mana setiap booking datang.
Kalau yang Anda cari adalah booking, bukan sekadar follower, baca juga cara meningkatkan direct booking lewat media sosial. Dan kalau tidak ada waktu untuk menjalankannya sendiri, jasa kelola media sosial hotel kami menangani kalender konten, produksi, dan balasan DM setiap hari.
