Digital Marketing

6 Kesalahan Marketing Hotel dan Villa yang Bikin Booking Seret

Kamar hotel dengan pemandangan taman tropis di Bali

Setiap kali kami mengaudit pemasaran sebuah hotel atau villa, polanya mirip. Masalahnya jarang karena kurang usaha. Biasanya usahanya diarahkan ke tempat yang salah.

Versi pertama artikel ini kami tulis tahun 2019. Enam kesalahannya ternyata masih sama, hanya bentuknya yang berubah. Berikut enam kesalahan marketing hotel dan villa yang paling sering membuat booking seret, dan apa yang sebaiknya dilakukan.

1. Terus bicara tentang diri sendiri

"Kamar kami luas. Kolam kami indah. Kami menawarkan pelayanan terbaik." Setiap properti mengatakan hal yang sama, jadi tidak ada yang mendengar.

Gantinya: mulai dari apa yang dicari tamu. Pasangan bulan madu mencari privasi. Keluarga mencari rasa aman untuk anak. Pekerja remote mencari Wi-Fi yang bisa diandalkan dan meja kerja yang nyaman. Tulis dan buat konten untuk mereka, dengan bukti: foto, video, dan ulasan tamu.

2. Mencoba hadir di semua kanal sekaligus

Instagram, TikTok, Facebook, YouTube, X, Pinterest, newsletter, blog, semuanya dibuka, semuanya setengah jalan. Hasilnya akun yang terlihat terbengkalai, dan itu lebih buruk daripada tidak punya akun.

Gantinya: pilih dua atau tiga kanal tempat tamu Anda benar-benar berada, lalu kelola dengan serius. Tambahkan kanal baru hanya kalau yang lama sudah berjalan stabil.

3. Tenggelam dalam data

Dashboard OTA, Google Analytics, statistik Instagram, laporan PMS. Datanya banyak, tapi tidak ada yang mengubah keputusan.

Gantinya: pilih sedikit angka yang benar-benar menggerakkan bisnis, lalu lihat setiap bulan:

  • Okupansi dan harga rata-rata per kamar terjual (ADR)
  • Pendapatan per kamar tersedia (RevPAR), gabungan keduanya
  • Porsi booking langsung dibanding OTA
  • Biaya per booking dari iklan

Kalau angka-angka ini masih tersebar di beberapa spreadsheet, dashboard seperti Hotel Business Intelligent bisa menyatukannya.

4. Konten yang tidak konsisten

Tiga minggu penuh posting, lalu sepi dua bulan. Nada yang berubah-ubah tergantung siapa staf yang sempat. Algoritma dan pengikut sama-sama membaca ini sebagai akun yang tidak aktif.

Gantinya: kalender konten sederhana dengan jadwal yang realistis, misalnya tiga posting per minggu, disiapkan sebulan di muka. Konsisten itu lebih penting daripada sering. Panduannya ada di artikel strategi media sosial untuk hotel dan villa.

5. Blast pesan massal tanpa izin

Mengirim promo ke semua nomor WhatsApp dan email yang pernah tercatat, termasuk yang tidak pernah setuju menerima promosi, masih sering terjadi. Selain terasa seperti spam, ini sekarang juga soal hukum. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi sudah berlaku penuh sejak Oktober 2024, dan data tamu termasuk di dalamnya.

Gantinya: minta izin saat check-in atau saat booking ("boleh kami kabari penawaran untuk tamu yang kembali?"), simpan catatannya, kirim pesan yang relevan dan jarang, dan sediakan cara mudah untuk berhenti berlangganan. Daftar kecil yang memang mau dihubungi jauh lebih berharga daripada daftar besar yang mengabaikan pesan Anda.

6. Website dan konten tanpa SEO

Konten dibuat dulu, kata kunci "ditambahkan nanti", dan nanti itu tidak pernah datang. Akibatnya website tidak muncul saat orang mencari "villa kolam pribadi di Ubud" atau nama area Anda.

Gantinya: SEO sejak awal. Setiap halaman punya satu topik yang jelas, judul dan deskripsi yang ditulis untuk pencarian itu, website yang cepat di HP, dan Google Business Profile yang lengkap. Ini fondasi yang kami pasang di setiap website hotel dan villa yang kami bangun.

Cek cepat untuk properti Anda:

  • Apakah caption terakhir Anda bicara tentang tamu, atau tentang properti?
  • Berapa kanal yang Anda buka, dan berapa yang aktif bulan ini?
  • Apakah Anda tahu porsi booking langsung bulan lalu?
  • Apakah setiap nomor di daftar broadcast pernah memberi izin?

Butuh tim yang mengerjakan semuanya dengan terukur? Lihat layanan digital marketing hotel kami, atau baca 7 langkah memulai digital marketing hotel dan villa.

Mau kami
yang tangani?

Hubungi Kami →